Jumat, 28 September 2012

MOCCA

Kisah Mocca berawal dari dua orang personilnya (Arina-Vokal, Flute dan Riko-gitar). Mereka sebelumnya tergabung dalam sebuah band kampus dan merasa lelah membawakan lagu-lagu milik orang lain sehingga memutuskan untuk mulai menciptakan karya sendiri.
Namun, materi yang telah gubah tidak dapat diterima sebagian anggota band mereka. Pada akhirnya karena satu dan lain hal, band tersebut memutuskan untuk membubarkan diri. Akibat mengalami kesulitan merampungkan materi lagu-lagu yang telah mereka ciptakan ke dalam format band, Riko mengajak Indra (Drum) dan Toma (Bass) untuk ikut bergabung. Terbentuklah Mocca pada akhir tahun 1999. Kesatuan tujuan, presepsi, dan lingkungan kampus yang sama melatarbelakangi terlahirnya formasi Mocca hingga sekarang ini.
Lagu-lagu Mocca biasanya berkonsep story-telling. Setiap penggalan lirik Mocca dituangkan ke dalam beat musik yang berbeda-beda disesuaikan dengan cerita yang sedang dibawakan, mulai dari waltz, bossanova, rock ‘n roll hingga disco 70-an.
Dalam live performance-nya selain empat personel utama, dulu Mocca menggunakan format big-band yang dibantu oleh beberapa additional player, antara lain pada gitar, perkusi, keyboard, trompet, trombone, dan saxophone. Tetapi seiring berjalannya waktu, sekarang Mocca hanya dibantu oleh dua additional player, yaitu Agung pada Keyboard dan Tomi ada Trompet.
Bebarapa tahun terakhir, Mocca sibuk melakukan tour di berbagai negara. Bahkan di Korea, lagu-lagu Mocca sangat digemari. Tercatat, lagu Mocca beberapa kali dipakai sebagai jingle iklan di negara tersebut. Tidak heran jika akhirnya Mocca memiliki fans setia yang dinamakan swingingfriends Korea. Karena itu, meski sempat redup di kancah musik lokal, nama Mocca tetap berkibar di luar negeri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar